Mengenal Kekurangan dan Resiko Bekerja dari Rumah (WFH)

Belakangan ini, banyak pekerja yang memilih untuk bekerja dari rumah (WFH), baik secara part-time maupun full-time. Namun, meskipun ada keuntungan tambahan seperti jadwal fleksibel dan pendapatan lebih tinggi, ada juga beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika berpikir tentang kerugian dan resiko dari WFH. Dalam artikel ini, kita akan melihat kekurangan dan resiko apa yang melekat pada WFH!

Apa itu Kekurangan dan Resiko Bekerja dari Rumah?

Bekerja dari rumah (WFH) mungkin terlihat seperti situasi idaman bagi beberapa orang. Tidak perlu berangkat ke kantor, bisa lebih fleksibel dengan jadwal, dan bisa menghemat uang transportasi. Namun, seperti halnya semua hal, WFH juga memiliki kekurangan dan resiko yang perlu diketahui. Kekurangan utama dari WFH adalah isolasi sosial. Karena tidak ada teman atau rekan kerja yang bisa diobrolkan secara langsung, Anda mungkin akan merasa kesepian. Selain itu, sulit untuk mendapatkan feedback langsung tentang pekerjaan Anda karena Anda tidak berada di tempat yang sama dengan atasan Anda. Hal ini juga berarti bahwa Anda harus lebih proaktif dalam mencari feedback guna meningkatkan kualitas pekerjaan Anda.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk WFH, pastikan Anda siap untuk hidup sendiri dan mampu mengelola waktu secara efektif. Resiko lainnya adalah bahwa Anda mungkin akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk pekerjaan rumah dan lupa meluangkan waktu untuk hal-hal lain. Jadi, pastikan Anda tetap mengikuti rutinitas harian yang sehat dan cerdas dalam menggunakan waktu libur Anda.

Bagaimana Menghindari Kekurangan dan Resiko Bekerja dari Rumah?

Ketika Anda bekerja dari rumah, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk menghindari kekurangan dan resiko kerja.

  1. Pertama, selalu pastikan untuk tetap terhubung dengan rekan kerja Anda. Ini akan membantu Anda untuk saling berbagi informasi dan mendapatkan feedback yang berguna.
  2. Kedua, gunakan teknologi dengan bijak. Teknologi dapat membantu Anda dalam banyak cara, tetapi juga dapat menyebabkan masalah jika digunakan secara tidak tepat. Gunakan teknologi untuk membuat pekerjaan Anda lebih efisien, tetapi hindari menggunakannya secara berlebihan.
  3. Ketiga, istirahatlah dengan benar. Bekerja dari rumah dapat membuat Anda merasa seperti Anda tidak punya istirahat, tetapi ini sangat penting untuk kesehatan mental dan fisik Anda. Pastikan untuk mendapatkan cukup tidur dan istirahat yang benar setiap hari.
  4. Keempat, jagalah kesehatan mental Anda. Bekerja dari rumah dapat membuat Anda merasa tidak terhubung dan menimbulkan masalah kesehatan mental. Aktifkan notifikasi untuk membantu Anda tetap terorganisir, bersosialisasi dengan orang lain, dan berolahraga secara teratur untuk memelihara kesehatan mental Anda.

Pendapat Para Ahli tentang Kekurangan dan Resiko Bekerja dari Rumah

Banyak ahli yang berpendapat bahwa bekerja dari rumah (WFH) sebenarnya memiliki lebih banyak kekurangan daripada keuntungan. Hal ini karena WFH menyebabkan para pekerja untuk merasa kurang produktif dan terisolir dari teman-teman mereka di tempat kerja. Kekurangan lainnya adalah sulit untuk tetap fokus saat bekerja dari rumah, dan seringkali para pekerja akan menyelesaikan pekerjaan mereka di luar jam kerja. Selain itu, beberapa ahli juga berpendapat bahwa WFH akan meningkatkan resiko terjadinya depresi dan burnout.

Solusi untuk Mengatasi Kekurangan dan Resiko Bekerja dari Rumah

Tidak semua orang cocok untuk bekerja dari rumah. Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan resiko tertentu yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk melakukannya. Kelemahan utama bekerja dari rumah adalah kurangnya interaksi sosial. Karena Anda tidak berada di kantor, Anda tidak bertemu dengan rekan kerja secara rutin. Ini bisa meningkatkan risiko isolasi sosial dan stres. Selain itu, bekerja dari rumah seringkali menuntut lebih banyak disiplin dan konsentrasi, karena Anda tidak memiliki manajer atau atasan langsung yang mengawasi pekerjaan Anda. Resiko utama bekerja dari rumah adalah sulit untuk memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Karena Anda harus bekerja di rumah, maka seringkali pekerjaan akan mendominasi hidup Anda. Ini bisa berdampak negatif pada hubungan dengan anggota keluarga dan teman-teman Anda. Untuk mengatasi kekurangan dan resiko bekerja dari rumah, berikut ini adalah beberapa solusi yang dapat Anda coba:

1. Buat jadwal untuk mengurangi stres. Bangun dan beristirahat pada waktu yang sama setiap hari sehingga Anda bisa memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Cobalah meluangkan waktu untuk berolahraga atau melakukan aktivitas lain di luar pekerjaan.

2. Jadwalkan pertemuan online dengan rekan kerja secara rutin. Ini akan membantu Anda tetap terhubung dengan mereka tanpa harus bertemu secara fisik. Pertemuan-pertemuan ini juga akan membantu Anda melacak progres pekerjaan Anda dan sekaligus melatih disiplin.

3. Ciptakan suasana yang efisien untuk bekerja. Gunakan alat-alat yang tepat, buat daftar tugas harian, dan selalu upayakan untuk tetap terorganisir. Ini akan membantu Anda mengurangi stres dari situasi bekerja dari rumah.

4. Pertahankan komunikasi dengan orang lain di luar tempat kerja Anda. Carilah waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, berdiskusi tentang topik-topik yang tidak berhubungan dengan pekerjaan Anda, atau bergabung dalam kelompok diskusi online yang sesuai dengan minat Anda. Hal ini akan membantu memelihara hubungan sosial Anda dan melepaskan stres akibat bekerja dari rumah.

Kesimpulan

Bekerja dari rumah (WFH) memiliki kekurangan dan resiko tertentu. Kekurangan utama WFH adalah kurangnya interaksi sosial dengan rekan kerja. Resiko utama WFH adalah burnout, yaitu ketika pekerjaan menumpuk dan stres berlebihan akibatnya. Oleh karena itu, perlu diperhatikan bagaimana mengurangi kekurangan-kekurangan dan resiko-resiko tersebut agar Anda tetap produktif dan sehat secara mental dan fisik.

 

About Akademik

Check Also

10 Tips Pencarian Kerja untuk Mendapatkan Karir Impian Anda

Apakah Anda sedang mencari pekerjaan impian Anda tahun ini? Dengan pasar kerja yang semakin kompetitif, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *